Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Hashim Djojohadikusumo secara tegas membantah tuduhan yang menyebut Prabowo Subianto memiliki lahan perkebunan sawit di Indonesia. Ia menegaskan tidak ada satu hektare pun lahan perkebunan sawit yang dimiliki oleh Prabowo di dalam negeri.
Dalam pernyataannya, Hashim menilai kabar mengenai kepemilikan lahan sawit oleh Prabowo merupakan hoaks yang sengaja disebarkan. Ia menilai keberanian pemerintah saat ini dalam menegakkan hukum dan menjaga kelestarian lingkungan menjadi salah satu alasan mengapa isu tersebut diangkat ke publik.
“Pemerintah sekarang punya tekad dan keberanian untuk menegakkan hukum, termasuk dalam hal perlindungan lingkungan dan sumber daya alam,” ujar Hashim.
Isu kepemilikan lahan sawit oleh Prabowo Subianto bukan pertama kali mencuat di ruang publik. Hashim menilai, penyebaran isu tersebut terjadi di tengah upaya pemerintah memperkuat pengawasan terhadap tata kelola lahan dan komitmen terhadap kelestarian lingkungan hidup di Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Hashim menilai penting meluruskan kabar miring yang tidak berdasar, terlebih jika menyangkut nama pejabat negara atau tokoh publik. Penegasan ini diperlukan agar masyarakat tidak terjebak informasi yang belum teruji kebenarannya.
Menurut Hashim, pemerintah dinilai tengah berupaya tegas dalam menegakkan aturan terkait lingkungan hidup dan pengelolaan sumber daya alam, termasuk dalam sektor perkebunan. Upaya ini mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat yang menginginkan keberlanjutan lingkungan di Tanah Air.
Penguatan kebijakan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran di sektor lingkungan dinilai penting guna menciptakan tata kelola lahan yang adil dan berkelanjutan. Hashim mencontohkan, saat isu-isu terkait kelestarian lingkungan seperti kebakaran hutan dan alih fungsi lahan banyak menjadi perhatian publik.
Hashim mengimbau agar setiap isu yang beredar di masyarakat dapat diuji terlebih dahulu sebelum diyakini kebenarannya. Ia menegaskan, klarifikasi serta tabayyun menjadi hal mendasar untuk mencegah penyebaran informasi yang menyesatkan.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap berita yang belum diketahui sumber atau validitasnya. Upaya ini dinilai penting agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Hashim secara khusus menyampaikan bahwa tidak ada satu hektare pun lahan sawit yang tercatat atas nama Prabowo Subianto di seluruh wilayah Indonesia. Pernyataan ini diharapkan bisa menjadi penjelasan resmi terkait tuduhan yang telah beredar.
Bersamaan dengan itu, ia menegaskan bahwa seluruh kebijakan dan tindakan berkaitan dengan lingkungan dilakukan sesuai koridor hukum yang berlaku.
Isu kepemilikan lahan sawit oleh tokoh publik kerap menjadi bahan pembicaraan luas di tengah masyarakat. Hashim menyampaikan harapannya agar klarifikasi yang telah disampaikan dapat memperjelas posisi Prabowo Subianto, sekaligus menepis informasi yang tidak benar.
Hashim juga mengajak seluruh masyarakat dan pihak terkait untuk meningkatkan literasi dan kehati-hatian dalam menerima dan menyebarkan informasi. Ia menekankan, kerja sama semua pihak dibutuhkan untuk memastikan kabar yang tersebar adalah kabar yang telah diverifikasi kebenarannya.
Dengan demikian, ujar Hashim, tidak ada lagi fitnah atau hoaks yang merugikan pihak-pihak tertentu dan masyarakat dapat memperoleh gambaran utuh mengenai tata kelola sumber daya alam di Indonesia.